Well come to the Blog Xtotal...

Xtotal.blogspot.com Inspirasi untuk melepaskan segala kelelahan sejenak Sependapat atau bertentangan tetap sahabatku Cocok atau tidak cocok tetap sahabatku Berjumpa atau tidak, tetap sahabatku Sahabat yang tanpa syarat Tak pernah saling melihat Tak pernah saling mendekat Tak mau saling mengikat Dihati kita melekat Jauh di mata dekat di hati

Jadilah diri sendiri, jangan berusaha menjadi orang lain karena kelak akan membuat dirimu menyesal...

Bahaya di balik kelesatan Junk Food

 
Makanan Junk Food rasanya sangat lezat dan orang yang melihatnya pasti ingin menggigitnya. Sulit rasanya menolak selera untuk menikmati makanan junk food, tetapi mengonsumsi junk food dalam waktu yang harus dihentikan, karena makanan tersebut sangat berbahaya terhadap tubuh. Pertanyaannya, mengapa makanan yang relatif mahal tersebut membahayakan terhadap tubuh kita?
Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus mengurangi makan junk food:
 
1. Junk Food dibuat menggunakan banyak lemak jenuh. Lemak tersebut tidak sehat dan pada pencernaan dapat melepaskan banyak racun ke dalam tubuh kita. Tubuh kita mendapatkan makanan makanan tetapi tidak sehat.
2. Junk food kadang dibuat dengan menggunakan bahan-bahan yang tidak begitu bersih. Dalam jangka panjang, ini bisa merusak perut, hati, dan usus kita.
3. Junk food tidak mengandung vitamin dan mineral dan banyak nutrisi dalam makanan tersebut yang tidak dimasak dengan benar dan dalam makanan mentah. Tubuh tidak mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan untuk mendapatkan kesehatan yang baik dan kekebalan dari penyakit. Akibatnya, itu membuat orang yang sering memakan makanan tersebut sangat rentan terhadap penyakit.
4. Junk food membuat Anda menambah berat badan. Orang yang memiliki obesitas atau obesitas morbid adalah mereka yang memiliki preferensi ngemil yang kuat terhadap junk food.
5. Makan junk food bisa membuat Anda rentan terhadap diabetes, karena terlalu banyak mengandung gula. Anda juga bisa menjadi rentan terhadap penyakit jantung dan tekanan darah karena garam dan lemak tinggi ditemukan di jenis makanan.
6. Junk food mengandung pengawet dan pewarna, baik yang mengandung zat karsinogenik atau tidak.
7. Dalam jangka panjang, sebenarnya junk food mempercepat efek penuaan. Orang-orang yang sering mengonsumsi junk food akan menunjukkan tanda-tanda usia tua lebih cepat. Hal ini karena memakan junk food dalam waktu lama mengakibatkan tubuh mengonsumsi gizi buruk. Hasilnya adalah pelepasan radikal bebas yang merupakan faktor utama yang bertanggung jawab atas efek penuaan.
Kebiasaan memakan junk food terlihat terutama pada anak-anak, remaja, dan orang dewasa. Dalam jangka panjang, hal ini dapat mengakibatkan kesehatan mereka menurun. Faktor utama yang menarik orang untuk makan junk food adalah rasanya. Rasa ini harus diganti dengan makanan yang dimasak dengan baik dan lezat, namun pada saat yang sama sehat bagi tubuh. Apabila kita menyukai makanan junk food, maka cara mengatasinya adalah dengan memperbanyak memakan sayuran dan buah-buahan.
 
Sumber: helpfulheathtips.com

Alasan mengapa badan perlu di Pijat


BAGI kebanyakan orang Indonesia, pijat sudah jadi kebutuhan saat badan terasa lelah atau sakit. Tapi memang ada alasan kenapa orang perlu dipijat. Jadi, pijat bukan hanya sekadar hobi atau kebiasaan saja.
Mendapatkan pemijatan yang tepat dan dilakukan oleh orang yang memang benar-benar tahu cara memijat akan memberikan banyak manfaat, terutama untuk relaksasi santai dan menghilangkan stres.
Pijat ada yang dilakukan dengan cara tradisional, modern atau campuran keduanya, serta ada juga yang mengembangkan pemijatan untuk terapeutik.
Seperti dikutip dari Healthmad dan Buzzle, Rabu (24/11/2010) ada beberapa hal yang membuat setiap orang perlu dipijat, yaitu:
  • Pijat secara signifikan dapat mempengaruhi sistem saraf perifer, meningkatkan rangsangan dan konduksi impuls saraf, melemahkan dan menghentikan rasa sakit dengan mempercepat proses regenerasi (pemulihan) saraf yang cedera, serta mencegah gangguan pembuluh darah dalam hal komunikasi dan suplai.
  • Pijat mempengaruhi jaringan tubuh untuk memperluas kapiler dan kapiler cadangan. Hal ini akan meningkatkan aliran darah ke jaringan dan organ, meningkatkan proses reduksi oksidasi, memfasilitasi jantung dan berkontribusi terhadap redistribusi darah dalam tubuh. Serta memberikan sedikit peningkatan jumlah trombosit, leukosit, eritrosit dan hemoglobin tanpa mengganggu keseimbangan asam-basa.

  • Pijat mempercepat aliran getah bening yang meningkatkan gizi jaringan, mengurangi stasis pada sendi serta organ dan jaringan lain.

  • Pijat memiliki efek fisiologis yang beragam terhadap kulit dan fungsinya, seperti membersihkan saluran keringat, kelenjar sebaceous, meningkatkan fungsi sekresi, ekskresi dan pernapasan kulit. Setelah dipijat kulit akan menjadi lebih kenyal seta meningkatkan pengaruhnya terhadap suhu (sensitifitasnya menurun terhadap suhu dingin).

  • Pijat bisa membuat otot menjadi fleksibel, meningkatkan fungsi kontraktil yang mempercepat keluarnya metabolit (hasil metabolisme). Hal ini tergantung dari seberapa kuat dan cepat pijat yang dilakukan.

  • Pijat membantu mengeluarkan cairan yang terdapat di dalam otot-otot dan memulihkan keadaan normalnya.

  • Piijat membantu memperbaiki sirkulasi dan menurunkan tekanan darah. Karena sirkulasinya membaik, maka pada gilirannya organ-organ yang ada di dalam tubuh akan berfungsi dan bekerja lebih baik.

  • Pijat bisa membantu mengatasi nyeri otot superfisial dan memperbaiki postur tubuh yang buruk, hal ini karena pijat dapat bekerja memanipulasi otot dan sendi.
Seseorang tidak perlu terlalu banyak mendapatkan pijat. Efek terapi dan santai yang didapatkan dari pijat sangat baik untuk tubuh, karenanya setiap orang perlu mendapatkan pemijatan yang baik.

Sumber: lintasberita.com

Keajaiban dari sebuah Ketekunan

Aku adalah seorang mantan guru sekolah musik dari Des Moines, Iowa. Selama 30 tahun aku mengajar piano. Selama itu pula aku menemukan bahwa setiap anak mempunyai kemampuan musik yang berbeda. Aku tidak pernah merasa telah berbuat sesuatu yang besar, walaupun aku telah mengajar beberapa murid yang berbakat. Meski demikian, aku ingin bercerita tentang seorang muridku yang paling berkesan, namanya Robby berumur 11 tahun saat ibunya memasukkannya untuk mengikuti les pertama kalinya. Sebenarnya, aku lebih suka kalau muridku mulai belajar pada usia yang lebih muda. Dan, aku menjelaskan hal tersebut kepada Robby. Tetapi, Robby mengatakan bahwa ibunya ingin sekali mendengar ia bermain piano. Jadi, aku menerimanya sebagai murid.

Lalu, Robby memulai kursus pianonya. Sejak awal, aku berpikir bahwa ia tidak ada harapan. Robby mencoba, tetapi ia tidak mempunyai perasaan akan nada maupun irama dasar yang perlu dipelajari. Namun, ia dengan serius mempelajari tangga nada dan beberapa pelajaran awal yang aku wajibkan untuk dipelajari oleh semua murid.

Selama beberapa bulan, ia terus mencoba dan mendengarnya dengan ngilu, tetapi tetap memberinya semangat. Setiap akhir pelajaran mingguan, dia selalu berkata, “Ibuku pasti akan mendengarkan aku bermain piano pada suatu saat nanti.” Tetapi, rasanya sia-sia saja. Ia memang tidak mempunyai bakat.

Aku sering melihat ibunya dari jauh, saat menurunkan dan menjemputnya. Ia hanya tersenyum dan melambaikan tangan, tetapi tidak pernah turun. Pada suatu ketika, Robby tidak datang les lagi, dan aku pernah berpikir untuk menghubunginya. Tetapi, dalam hati aku berpikir bahwa karena ketidakmampuannya, mungkin ia mengambil kursus bidang lain. Aku juga senang karena ia tidak datang lagi. Ia menjadi iklan yang buruk bagi tempat kursusku!

Beberapa minggu sesudahnya, aku mengirimkan undangan kepada semua murid, termasuk Robby, mengenai pertunjukan yang akan dilaksanakan. Hal yang membuatku kaget adalah ketika Robby meminta agar ia dapat ikut bermain dalam pertunjukan tersebut. Awalnya, aku menolak dan mengatakan bahwa pertunjukan itu hanya untuk murid yang ada sekarang. Karena ia telah keluar, tentu ia tidak dapat ikut serta. Robby mengatakan bahwa ibunya sakit sehingga ia tidak bisa mengantarnya ke tempat kursus, tetapi dia tetap terus berlatih.

“Bu Honford, tolonglah… aku ingin ikut bermain!” Ia meminta dengan memelas. Aku tidak tahu hal apa yang membuatku akhirnya mengizinkannya bermain pada pertunjukan itu. Mungkin karena kegigihannya atau mungkin ada suara yang berkata dalam hatiku bahwa ia akan baik-baik saja.
Tibalah malam saat pertunjukan itu berlangsung. Aula itu dipenuhi oleh orang tua, teman, dan relasi. Aku menaruh Robby pada urutan terakhir untuk bermain sebelum giliranku maju ke depan, untuk berterima kasih dan memainkan bagian terakhir. Aku yakin bahwa Robby akan membuat kesalahan dan aku akan menutupinya dengan permainanku.

Pertunjukan itu berlangsung tanpa masalah. Murid-murid telah berlatih dan hasilnya baik. Lalu, tibalah giliran Robby untuk naik ke panggung. Bajunya kusut dan rambutnya berantakan. “Kenapa dia tidak berpakaian seperti murid lainnya?” pikirku, “Kenapa ibunya tidak menyisir rambutnya, setidaknya untuk malam ini?” Robby menarik kursi piano dan mulai bermain.
Aku terkejut saat ia menyatakan akan memainkan Mozart Concerto #21 pada C Major.
Jarinya lincah di atas tuts, bahkan menari dengan gesit. Ia berpindah dari pianissimo ke fortissimo… dari allegro ke virtuoso. Accord gantung yang diinginkan Mozart sangat mengagumkan! Aku tidak pernah mendengar lagu Mozart dimainkan oleh seorang seusia dia dan sebagus itu!
Setelah enam setengah menit, Robby mengakhirinya dengan crescendo besar dan semua orang terpaku di sana, dengan tepuk tangan yang meriah. Dengan berurai air mata, aku naik ke panggung dan memeluk Robby dengan sukacita. “Aku belum pernah mendengar kau bermain seperti itu, Robby! Bagaimana kau dapat melakukannya?”

Melalui pengeras suara Robby menjawab, “Ibu Honford… ingatkah saat kukatakan bahwa ibuku sakit? Ya, sebenarnya ia sakit kanker dan ia telah meninggal dunia pagi ini. Dan sebenarnya… ia tuli sejak lahir. Jadi, hari inilah ia pertama kali mendengar aku bermain piano. Dan, aku ingin bermain secara khusus.”
Tiada seorang pun yang matanya kering malam itu. Ketika orang-orang dari panti sosial membawa Robby dari panggung ke ruang pemeliharaan, aku menyadari bahwa meskipun mata mereka merah dan bengkak, betapa hidupku jauh lebih berarti karena telah mengambil Robby sebagai muridku.
Tidak, aku tidak pernah menjadi penolong, tetapi malam itu aku menjadi orang yang ditolong oleh Robby. Dialah guru dan akulah muridnya.

Karena Robby-lah yang mengajarkan arti ketekunan, kasih, percaya pada diri sendiri, dan bahkan mau memberi kesempatan kepada seseorang yang dianggap buruk.
Peristiwa ini semakin berarti bagiku, saat aku mendengar kabar bahwa Robby terbunuh dalam pengeboman yang tidak masuk akal yang terjadi di Alfred P. Murah Federal Building di Oklahoma pada bulan April 1995. Saat itu dilaporkan bahwa Robby sedang bermain piano.
Oleh sebab itu, percayalah bahwa ketekunan, kasih, dan rasa percaya diri akan memiliki suatu arti. Ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

***

Begitulah, kadang kala kita begitu mudah menganggap remeh orang lain. Kita kadang tidak pernah mau memberikan kesempatan kepada orang lain untuk membuktikan kemampuannya atas sesuatu. Kita lebih sering mengukur dan menimbang kemampuannya melalui penglihatan fisik. Penilaian yang diambil dalam waktu singkat melalui perbincangan singkat.
Terkadang pula, kita merasa takut mereka akan mengecewakan kita. Bukan hanya terhadap orang lain kita berbuat demikian, tetapi juga terhadap keluarga, pasangan hidup, bahkan anak kita sendiri.
Tak jarang, kita begitu takut menghadapi kekecewaan dan begitu takut untuk dipermalukan di hadapan orang banyak, sehingga kita memilih untuk menurunkan standar pengharapan (lowering expectation) kita akan sesuatu atau atas seseorang.

Lebih baik mencegah daripada harus memperbaiki. Apalagi kalau kita sudah mengetahui terlebih dahulu konsekuensinya. Tetapi sesungguhnya, jika kita membuka hati, berani mengambil risiko untuk menghadapi segala sesuatu, percayalah, kita akan mendapatkan sesuatu yang lebih berharga. Menaruh pengharapan penuh akan hal yang indah yang dapat kita raih dan dapat kita ciptakan. Karena, segala sesuatunya adalah datang dari dalam diri kita sendiri.

Ketulusan adalah sesuatu hal yang indah, yang mendatangkan kebaikan, yang menyempurnakan segala sesuatunya. Jagalah hati, supaya diri kita selalu tulus dan membuka hati, menerima segala sesuatu dengan apa adanya, tanpa embel-embel atau pamrih. Tuhan-lah yang akan membalaskan segala sesuatunya kepada kita. Lakukanlah yang terbaik, dan biarkanlah Tuhan yang menyempurnakannya. Percayalah, apa saja yang kita lakukan, pasti berhasil.

Belajar Dari Kehidupan

Ada seorang bapak bernama Pak Broto yang hidupnya lumayan susah. Dia mempunyai dua orang anak, Eko dab Eki. Eko adalah seorang penjual Minuman Jahe Hangat, sedangkan anaknya Eki seorang penjual Es Kelapa Muda. Kedua Anak Pak Broto ini sudah menikah semua. Pada suatu Hari Pak Broto ini sedang berpikir tentang kedua anaknya sehingga beliau ini menderita penyakit hipertensi yang bisa dibilang cukup parah. Sudah dibawa ke puskesmas dan rumah sakit tapi tidak sembuh-sembuh. Anaknya si Eko dan Eki juga ikut bingung dan susah. Apa sih yang menyebabkan penyakit dari Pak Broto ini?
Pada suatu siang, Pak Broto sedang duduk-duduk di teras rumahnya. Ia memikirkan mengapa siang ini begitu panas sekali sehingga membuat ia berkeringat. Setelah itu ia berpikir lagi.


“Hmm…Gimana yah nasib anak saya Eko kalo hari panas begini. Padahal anaknya lagi sakit dan butuh obat. Tapi, kalo panas terik kayak gini, siapa yang mau beli Jahe hangatnya yah ?” Geram Pak Broto
Ia terus berpikir siang itu. Ia ingin sekali membantu anaknya, Eko yang anaknya sakit. Tapi, ia sendiri untuk makan saja sulit. Apalagi mau membantu membelikan obat untuk cucunya tadi. Karena kecapekan dalam berpikir, akhirnya Pak Broto tertidur di kursi terasnya. Tiba-tiba saja Pak Broto ini dibangunkan oleh bunyi hujan deras.

Kretek…kretek…kretek…
Akhirnya, dia masuk rumah. Ketika sore hari itu hujan turun dengan derasnya, lagi-lagi Pak Broto berpikir nasib anaknya yang lain (Yah, beginilah orang tua yang sayang kepada kita). Setelah Anaknya Eko yang dipikirkan kali ini iya ganti memikirkan anaknya yang Eki.
Ia berpikir bagaimana nasib anaknya yang bernama Eki, “Mana laku dagangan es kelapa mudanya, kalo hujan deras dan cuaca dingin seperti ini.”

Dia makin punya pikiran yang tidak karu-karuan. Dia memikirkan anaknya Eko yang tadi sudah tidak laris, kali ini kok Eki ga laku juga dagangannya. “Wah gimana nasib anak-anakku ini. Sementara aku, untuk membiayai hidupku sendiri saja tak mampu. Aku ini bapak macam apa.” gerutu Pak Broto.
Akhirnya, Pak Broto jatuh sakit, dia terkena hipertensi. Anaknya si Eko dan Eki tadi yang mendengar bapaknya sakit, segera membawa ke rumah sakit. Namun, ternyata tidak ada hasilnya juga. Salah satu tetangga Pak Broto ada yang jadi dokter. Akhirnya, ia mau memberikan pengobatan gratis pada Pak Broto ini.

Dokter itu bertanya pada Pak Broto, “Pak, sebenarnya bapak ini kok bisa sakit kayak gini, kenapa to Pak? Kan Bapak udah berobat ke mana-mana, tapi kok belum sembuh juga. Kayaknya, sakit bapak ini ada yang aneh.” Tanya Pak dokter.

“Saya juga gak tahu, Dokter,” kata Pak Broto.
“Kalo menurut saya, Bapak sakit karena ada yang mengganjal di pikiran.” Jawab dokter.
”Iya, benar, Dokter,” kata Pak Broto.
”Memangnya apa yang mengganjal pikiran Bapak?” tanya dokter.
“Begini Pak dokter, saya ini kasihan sama anak-anak saya. Saya memikirkan anak saya si Eko saat di panas terik. Saya berpikir apa dagangan si Eko ini akan laku kalo panas terik begini. Karena itu, saya jadi sedih. Belum lagi kalau hujan datang dan cuaca dingin merasuk, saya ganti memikirkan anak saya si Eki, yang sedang jualan Es Kelapa Muda. Mana laku dagangan anak saya. Sementara, saya sebagai bapak tidak bisa bertindak apa-apa.” Kata Pak Broto.

Lalu, dokter itu tersenyum. “Pak, coba mulai sekarang, Bapak balik pikiran Bapak. Jikalau sekarang saat panas terik, bapak pikirkan betapa larisnya dagangan anak Bapak si Eki. Selain itu, saat cuaca dingin dan hujan tiba, pikiran Bapak harus berbalik kepada si Eko, yang sedang laris-larisnya jualan minuman jahe hangat.” Kata Pak dokter.
Lalu Pak Broto itu mengangguk-angguk kepalanya.
Pak Broto pun mengikuti anjuran dokter tadi. Akhirnya, Pak Broto pun sembuh dari sakit hipertensinya, dan hidupnya pun berubah sejak saat itu.

***

Apa sih yang dapat kita petik dari cerita ini? Kita harus senantiasa mensyukuri apa yang kita dapat saat ini, namun banyak sekali orang-orang yang lebih mendramatisir suatu musibah. Padahal, mereka pada waktu yang sama juga mendapatkan sebuah berkah atau kebaikan. Tapi kita sebagai sering kali melupakan sebuah keberuntungan dan lebih mendramatisir suatu musibah yang datang kepada kita. Padahal jika kita mau mensyukuri apa yang telah kita dapat dan sabar serta tawakkal saat musibah datang, Hidup kita lebih tenang.

By Bayu Mukti

Satu Jam saja

Suatu hari, seorang anak kecil datang kepada ayahnya dan bertanya, “Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa selama hidup kita?”
Dengan sedikit keheranan, ayahnya memandang anak kecil itu dan berkata, “Tidak, Nak.”
Putri kecil ini kemudian memandang ayahnya dan berkata lagi, “Apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam setahun?”

Ayahnya kembali menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum kepada putrinya.
“Oh Ayah, bagaimana kalau 1 bulan, apakah kita bisa hidup tanpa melakukan kesalahan?”
Ayahnya tertawa, “Mungkin tidak bisa juga, Nak.”
“Ayah, ini yang terakhir kali, apakah kita bisa hidup tanpa berdosa dalam 1 jam saja?”
Akhirnya, ayahnya mengangguk, “Kemungkinan besar bisa, Nak. Hanya karena rahmat Tuhan-lah yang akan memampukan kita untuk hidup benar.”

Anak ini tersenyum lega. “Jika demikian, aku akan hidup benar dari jam ke jam, Ayah. Lebih mudah menjalaninya, dan aku akan menjaganya dari jam ke jam, sehingga aku dapat hidup dengan benar….”
Seketika itu sang ayah memeluk putri kecilnya yang telah memberinya pencerahan dengan pertanyaan dan pernyataan lugunya.

***
Marilah kita hidup dari waktu ke waktu, dengan memperhatikan cara kita menjalani hidup ini. Dengan latihan yang paling kecil dan sederhana sekalipun, akan menjadikan kita terbiasa. Apa yang sudah biasa kita lakukan akan menjadi sifat, dan sifat akan berubah menjadi karakter, dan karakter akan menjadi destiny.

Hiduplah 1 jam TANPA kemarahan, tanpa hati yang jahat, tanpa pikiran negatif, tanpa menjelekkan orang, tanpa keserakahan, tanpa pemborosan, tanpa kesombongan, tanpa kebohongan, tanpa kepalsuan. Lalu ulangi lagi untuk 1 jam berikutnya. Hiduplah 1 jam dengan kasih, dengan sukacita, dengan damai sejahtera, dengan kesabaran, dengan kelemahlembutan, dengan kemurahan hati, dengan kerendahan hati, dengan penguasaan diri. Dan, ulangilah untuk 1 jam berikutnya. Jalanilah kehidupan yang berkenan kepada Tuhan, dengan menjalaninya dari waktu ke waktu, dari 1 jam ke jam berikutnya.

Semoga menjadi bahan renungan bagi kita semua.

Cermin Tua yang terlupakan

Pada suatu ketika, sepasang suami istri, sebutlah Afandi, mengadakan garage sale untuk menjual barang-barang bekas yang tidak mereka butuhkan lagi. Suami istri ini sudah setengah baya, dan anak-anak mereka telah meninggalkan rumah untuk hidup mandiri. Sekarang waktunya untuk membenahi rumah, dan menjual barang-barang yang tidak dibutuhkan lagi.

Saat mengumpulkan barang-barang yang akan dijual, mereka menemukan benda-benda yang sudah sedemikian lama tersimpan di gudang. Salah satu di antaranya adalah sebuah cermin yang mereka dapatkan sebagai hadiah pernikahan mereka, dua puluh tahun yang lampau.

Sejak pertama kali diperoleh, cermin itu sama sekali tidak pernah digunakan. Bingkainya yang berwarna biru aqua membuat cermin itu tampak buruk, dan tidak cocok untuk diletakkan di ruangan mana pun di rumah mereka. Namun, karena tidak ingin menyakiti orang yang menghadiahkannya, cermin itu tidak mereka kembalikan.

Demikianlah, cermin itu teronggok di loteng. Setelah dua puluh tahun berlalu, mereka berpikir orang yang memberikannya tentu sudah lupa dengan cermin itu. Mereka pun mengeluarkannya dari gudang, dan meletakkannya bersama dengan barang lain untuk dijual keesokan hari.
Garage sale mereka ternyata mendapat banyak peminat. Halaman rumah mereka penuh oleh orang-orang yang datang untuk melihat barang bekas yang mereka jual. Satu per satu barang bekas itu mulai terjual. Perabot rumah tangga, buku-buku, pakaian, alat berkebun, mainan anak-anak, bahkan radio tua yang sudah tidak berfungsi pun masih ada yang membeli.
Seorang lelaki menghampiri Nyonya Afandi. “Berapa harga cermin itu?” katanya sambil menunjuk cermin tak terpakai tadi.

Nyonya Afandi tercengang. “Wah, saya sendiri tidak berharap akan menjual cermin itu. Apakah Anda sungguh ingin membelinya?” katanya.
“Ya, tentu saja. Kondisinya masih sangat bagus,” jawab pria itu. Nyonya Afandi tidak tahu berapa harga yang pantas untuk cermin jelek itu. Meskipun sangat mulus, namun baginya cermin itu tetaplah jelek dan tidak berharga.

Setelah berpikir sejenak, Nyonya Afandi berkata, “Hmm… Anda bisa membeli cermin itu dengan Rp10.000.”
Dengan wajah berseri-seri, pria tadi mengeluarkan dompetnya, menarik selembar uang sepuluh ribuan dan memberikannya kepada Nyonya Afandi.
“Terima kasih,” kata Nyonya Afandi. “Sekarang cermin itu jadi milik Anda. Apakah perlu dibungkus?”
“Oh, jika boleh, saya ingin memeriksanya sebelum saya bawa pulang,” jawab si pembeli.
Nyonya Afandi memberikan izinnya, dan pria itu bergegas mengambil cerminnya dan meletakkannya di atas meja di depan Nyonya Afandi. Dia mulai mengupas pinggiran bingkai cermin itu. Dengan satu tarikan dia melepaskan lapisan pelindungnya dan muncullah warna keemasan dari baliknya.
Bingkai cermin itu ternyata bercat emas yang sangat indah, dan warna biru aqua yang selama ini menutupinya hanyalah warna dari lapisan pelindung bingkai itu!

“Ya, tepat seperti yang saya duga! Terima kasih!” Sorak pria itu dengan gembira. Nyonya Afandi tidak bisa berkata-kata menyaksikan cermin indah itu dibawa pergi oleh pemilik barunya, untuk mendapatkan tempat yang lebih pantas daripada loteng rumah yang sempit dan berdebu.

***

Kisah ini menggambarkan bagaimana kita melihat hidup kita. Terkadang, kita merasa hidup kita membosankan, tidak seindah yang kita inginkan. Kita melihat hidup kita berupa rangkaian rutinitas yang harus kita jalani. Bangun pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur, bangun pagi, pergi bekerja, pulang sore, tidur. Itu saja yang kita jalani setiap hari.

Sama halnya dengan Tuan dan Nyonya Afandi yang hanya melihat plastik pelapis dari bingkai cermin mereka, sehingga mereka merasa cermin itu jelek dan tidak cocok digantung di dinding. Padahal, di balik lapisan itu, ada warna emas yang indah. Padahal, di balik rutinitas hidup kita, ada banyak hal yang dapat memperkaya hidup kita.

Setiap saat yang kita lewati, hanya bisa kita alami satu kali seumur hidup kita. Setiap detik yang kita jalani, hanya berlaku satu kali dalam hidup kita. Setiap detik adalah pemberian baru dari Tuhan untuk kita. Akankah kita menyia-nyiakannya dengan terpaku pada rutinitas? Akankah kita membiarkan waktu berlalu dengan merasa hidup kita tidak seperti yang kita inginkan?

Setelah dua puluh tahun, dan setelah terlambat, barulah Nyonya Afandi menyadari nilai sesungguhnya dari cermin tersebut. Inginkah kita menyadari keindahan hidup kita setelah segalanya terlambat? Tentu tidak. Sebab itu, marilah kita mulai mengikis pandangan kita bahwa hidup hanyalah rutinitas belaka. Mari kita mulai mengelupas rutinitas tersebut dan menemukan nilai sesungguhnya dari hidup kita.
Marilah kita mulai menjelajah hidup kita, menemukan hal-hal baru, belajar lebih banyak, mengenal orang lebih baik. Mari kita melakukan sesuatu yang baru. Mari kita membuat perbedaan!

Semakin Tegesa gesa maka akan semakin lamban

Seorang pemuda ingin menguasai ilmu pedang. Ia mendengar ada guru ilmu pedang yang sangat kesohor dan tak pernah terkalahkan. Guru itu kini menjadi pertapa dan tinggal di puncak gunung yang tinggi. Karena tekadnya begitu tinggi, ia lalu melakukan perjalanan jauh, mendaki gunung terjal tempat guru ilmu pedang itu bertapa.

Akhirnya, ia pun menemukan guru ilmu pedang yang tampak tua, dan kurus namun penuh wibawa.
“Guru, izinkan saya belajar ilmu pedang dari guru.” Pemuda itu memohon.
Sang Guru mengangguk-angguk.


Karena guru itu hanya mengangguk-angguk, pemuda itu bertanya, “Jika saya belajar dengan tekun, berapa lama waktu yang diperlukan agar bisa menguasai ilmu pedang?”
“Hemmm, barangkali sepuluh tahun.” Jawab guru itu.
“Guru, ayah saya sudah tua dan saya harus merawatnya. Saya tidak bisa meninggalkannya lama-lama. Jika hamba berlatih lebih giat lagi, berapa lama saya bisa berhasil?”
“Hemmm, kalau begitu, bisa jadi dua puluh tahun.”

Anak muda ini terkejut mendengar jawaban gurunya. Keringatnya mulai bercucuran. Ia bertanya penuh keheranan, “Tadi guru menyebut sepuluh tahun, lalu dua puluh tahun. Begini saja guru, saya bersedia melakukan apa saja, menempuh jalan  sesulit apa pun, asal saya dapat menguasainya dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Berapa lama waktu yang saya perlukan?”
Sambil terkekeh-kekeh, guru itu menjawab, “Kalau yang ini, kamu akan memerlukan waktu tiga puluh tahun.”

Sahabat, untuk mencapai tujuan yang kita inginkan, hendaknya kita bersabar dan tidak terburu nafsu. Jangan bebani langkah-langkah kita dengan hal-hal yang dapat menjauhkan kita dari tujuan tersebut. Mereka yang terburu-buru dan bernafsu ingin mendapatkan hasil secepatnya, pada akhirnya tidak akan mendapatkan apa-apa.

Ingatlah pepatah yang mengatakan, “ketergesa-gesaan hanya akan membuahkan penyesalan.”

Karena setiap langkah Adalah Anugerah

Seorang professor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana, ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakannya, Ralph, penjemputnya di bandara.
Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju tempat pengambilan bagasi.  Ketika berjalan keluar, Ralph sering menghilang. Selalu ada saja yang dilakukannya.
Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka bisa melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.


Setiap kali, ia kembali ke sisi sang professor dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.
“Dari mana Anda belajar melakukan semua hal itu?” tanya sang professor.
“Melakukan apa?”  tanya Ralph.
“Dari mana Anda belajar  untuk hidup seperti itu? desak sang professor.
“Oh,” kata Ralph, “selama perang. Saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal.”
Pemuda itu kemudian menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

“Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah.” Katanya. “Saya tidak pernah tahu, apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki serta mensyukuri langkah sebelumnya.
“Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.”


Sungguh, kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita   hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain.
Nilai manusia tidak ditentukan dengan bagaimana ia mati, melainkan bagaimana ia hidup.
Kekayaan manusia bukan apa yang ia peroleh, melainkan apa yang telah ia berikan.
Selamat menikmati setiap langkah hidup Anda dan BERSYUKURLAH SETIAP SAAT!!!

Banyak orang berpikir bagaimana mengubah dunia ini. Namun, hanya sedikit yang memikirkan bagaimana mengubah dirinya sendiri. Dan, lebih sedikit lagi yang benar-benar berhasil mengubah dirinya.
Semoga menjadi pelajaran berharga bagi kita semua dalam menjalani sisa-sisa usia yang tidak pernah kita ketahui sampai kapan batas akhirnya, saat ini, besok, ataukah tahun depan.
Sekadar menggugah kesadaran diri, bagaimanakah cara kita hidup? Apa yang telah kita lakukan untuk orang lain?

Jadilah seperti Lebah


Rasulullah saw. bersabda,
“Perumpamaan orang beriman itu bagaikan lebah. Ia makan yang bersih, mengeluarkan sesuatu yang bersih, hinggap di tempat yang bersih dan tidak merusak atau mematahkan (yang dihinggapinya).”
(Ahmad, Al-Hakim, dan Al-Bazzar)

Seorang mukmin adalah manusia yang memiliki sifat-sifat unggul. Sifat-sifat itu membuatnya memiliki keistimewaan dibandingkan dengan manusia lain. Sehingga di mana pun dia berada, kemana pun dia pergi, apa yang dia lakukan, peran dan tugas apa pun yang dia emban akan selalu membawa manfaat dan maslahat bagi manusia lain. Maka jadilah dia orang yang seperti dijelaskan Rasulullah saw., Manusia paling baik adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi manusia lain.”

Kehidupan ini agar menjadi indah, menyenangkan, dan sejahtera membutuhkan manusia-manusia seperti itu. Menjadi apa pun, ia akan menjadi yang terbaik; apa pun peran dan fungsinya maka segala yang ia lakukan adalah hal-hal yang membuat orang lain, lingkungannya menjadi bahagia dan sejahtera.

Nah, sifat-sifat yang baik itu antara lain terdapat pada lebah. Rasulullah saw. dengan pernyataanya dalam hadits di atas mengisyaratkan agar kita meniru sifat-sifat positif yang dimiliki oleh lebah. Tentu saja, sifat-sifat itu sendiri memang merupakan ilham dari Allah swt. seperti yang Dia firmankan,
“Dan Rabbmu mewahyukan (mengilhamkan) kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Rabbmu yang telah dimudahkan (bagimu).” Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan.” (An-Nahl: 68-69)
Sekarang, bandingkanlah apa yang dilakukan lebah dengan apa yang seharusnya dilakukan seorang mukmin, seperti berikut ini:

Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.
Lebah hanya hinggap di tempat-tempat pilihan. Dia sangat jauh berbeda dengan lalat. Serangga yang terakhir amat mudah ditemui di tempat sampah, kotoran, dan tempat-tempat yang berbau busuk. Tapi lebah, ia hanya akan mendatangi bunga-bunga atau buah-buahan atau tempat-tempat bersih lainnya yang mengandung bahan madu atau nektar.

Begitulah pula sifat seorang mukmin. Allah swt. berfirman:
“Hai manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan adalah musuh yang nyata bagimu.”
(Al-Baqarah: 168)

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Al-A’raf: 157)

Karenanya, jika ia mendapatkan amanah dia akan menjaganya dengan sebaik-baiknya. Ia tidak akan melakukan korupsi, pencurian, penyalahgunaan wewenang, manipulasi, penipuan, dan dusta. Sebab, segala kekayaan hasil perbuatan-perbuatan tadi adalah merupakan khabaits (kebusukan).
Mengeluarkan yang bersih.

Siapa yang tidak kenal madu lebah. Semuanya tahu bahwa madu mempunyai khasiat untuk kesehatan manusia. Tapi dari organ tubuh manakah keluarnya madu itu? Itulah salah satu keistimewaan lebah. Dia produktif dengan kebaikan, bahkan dari organ tubuh yang pada binatang lain hanya melahirkan sesuatu yang menjijikan. Belakangan, ditemukan pula produk lebah selain madu yang juga diyakini mempunyai khasiat tertentu untuk kesehatan: liurnya!
Seorang mukmin adalah orang yang produktif dengan kebajikan. “Hai orang-orang yang beriman, rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.” (Al-Hajj: 77)

Al-khair adalah kebaikan atau kebajikan. Akan tetapi al-khair dalam ayat di atas bukan merujuk pada kebaikan dalam bentuk ibadah ritual. Sebab, perintah ke arah ibadah ritual sudah terwakili dengan kalimat “rukuklah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu” (irka’u, wasjudu, wa’budu rabbakum). Al-khair di dalam ayat itu justru bermakna kebaikan atau kebajikan yang buahnya dirasakan oleh manusia dan makhluk lainnya.

Segala yang keluar dari dirinya adalah kebaikan. Hatinya jauh dari prasangka buruk, iri, dengki; lidahnya tidak mengeluarkan kata-kata kecuali yang baik; perilakunya tidak menyengsarakan orang lain melainkan justru membahagiakan; hartanya bermanfaat bagi banyak manusia; kalau dia berkuasa atau memegang amanah tertentu, dimanfaatkannya untuk sebesar-besar kemanfaat manusia.

Tidak pernah merusak.

Seperti yang disebutkan dalam hadits yang sedang kita bahas ini, lebah tidak pernah merusak atau mematahkan ranting yang dia hinggapi. Begitulah seorang mukmin. Dia tidak pernah melakukan perusakan dalam hal apa pun: baik material maupun nonmaterial. Bahkan dia selalu melakukan perbaikan-perbaikan terhadap yang dilakukan orang lain dengan cara-cara yang tepat. Dia melakukan perbaikan akidah, akhlak, dan ibadah dengan cara berdakwah. Mengubah kezaliman apa pun bentuknya dengan cara berusaha menghentikan kezaliman itu. Jika kerusakan terjadi akibat korupsi, ia memberantasnya dengan menjauhi perilaku buruk itu dan mengajukan koruptor ke pengadilan.

Bekerja keras.

Lebah adalah pekerja keras. Ketika muncul pertama kali dari biliknya (saat “menetas”), lebah pekerja membersihkan bilik sarangnya untuk telur baru dan setelah berumur tiga hari ia memberi makan larva, dengan membawakan serbuk sari madu. Dan begitulah, hari-harinya penuh semangat berkarya dan beramal. Bukankah Allah pun memerintahkan umat mukmin untuk bekerja keras? “Maka apabila kamu telah selesai
(dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain.” (Alam Nasyrah: 7)
Kerja keras dan semangat pantang kendur itu lebih dituntut lagi dalam upaya menegakkan keadilan. Karena, meskipun memang banyak yang cinta keadilan, namun kebanyakan manusia –kecuali yang mendapat rahmat Allah– tidak suka jika dirinya “dirugikan” dalam upaya penegakkan keadilan.
Bekerja secara jama’i dan tunduk pada satu pimpinan

Lebah selalu hidup dalam koloni besar, tidak pernah menyendiri. Mereka pun bekerja secara kolektif, dan masing-masing mempunyai tugas sendiri-sendiri. Ketika mereka mendapatkan sumber sari madu, mereka akan memanggil teman-temannya untuk menghisapnya. Demikian pula ketika ada bahaya, seekor lebah akan mengeluarkan

feromon (suatu zat kimia yang dikeluarkan oleh binatang tertentu untuk memberi isyarat tertentu) untuk mengudang teman-temannya agar membantu dirinya. Itulah seharusnya sikap orang-orang beriman. “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash-Shaff: 4)
Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu

Lebah tidak pernah memulai menyerang. Ia akan menyerang hanya manakala merasa terganggu atau terancam. Dan untuk mempertahankan “kehormatan” umat lebah itu, mereka rela mati dengan melepas sengatnya di tubuh pihak yang diserang. Sikap seorang mukmin: musuh tidak dicari. Tapi jika ada, tidak lari.
Itulah beberapa karakter lebah yang patut ditiru oleh orang-orang beriman. Bukanlah sia-sia Allah menyebut-nyebut dan mengabadikan binatang kecil itu dalam Al-Quran sebagai salah satu nama surah: An-Nahl.
Allahu a’lam.

Karna saya masih Bodoh, maka saya akan terus belajar

DALAM mengarungi hidup ini kita pasti menghadapi berbagai macam orang dan berbagai macam situasi. Orang yang mengosongkan dirinya dari sebutan sudah pintar atau sudah pandai, pastilah akan mampu mengambil manfaat dari orang lain atau pun berbagai situasi. Ibaratnya, segala hal akan menjadi ilmu sehingga ia benar-benar orang yang beruntung karena terus berubah lebih baik dari sebelumnya.

Kepekaan akan ilmu muncul dari hati yang bersih. Orang yang iri dan dengki, segala hal bisa menjadi masalah bukan menjadi ilmu. Orang yang minder pun demikian, ilmu seolah tertutup baginya karena sungkan dan segan. Orang yang sombong apalagi, semua hal akan dianggapnya sepele atau kurang se-level dengan dirinya sehingga tak membuatnya tergerak.


Sebenarnya apa yang sangat berbahaya bagi kita adalah terkotorinya hati sehingga pikiran menjadi redup dari ilmu. Bayangkan, segala hal yang seharusnya menjadi ilmu malah bisa sebaliknya, menjadi bencana. Orang-orang yang miskin ilmu akhirnya kerap menghadapi stres. Lalu, ketahuilah bahwa stres termasuk keadaan yang paling berpotensi membawa kematian.

Apakah hari ini hati kita telah terbuka pada ilmu. Mau mendengarkan pendapat dan penjelasan orang lain, mau membaca buku yang ditulis oleh orang lain, atau mau sejenak memperhatikan anak-anak  dan belajar dari mereka?  Jika semua fenomena itu tidak dapat menjadi ilmu, tetapi malah dianggap masalah. Kita tentu tidak mau dibuat stres oleh masalah yang kita sendiri merasa bingung untuk memecahkannya.
Sahabat, bagaimana cara membersihkan hati itu? Berlakulah selalu bagaikan gelas yang kosong. Dengan demikian, kita siap diisi dan mengisi hidup ini dengan ilmu. Namun sebaliknya, lihatlah gelas yang setengahnya berisi dan setengahnya lagi kosong (gelas yang berisi hanya setengah). Dengan demikian, kita telah mengeset pikiran untuk selalu berpikir positif. Insya Allah, hati akan tetap terjaga dari kekotoran nafsu duniawi yang salah satunya menginginkan kita menjadi orang yang merasa pintar.

Ilmu memang sudah selayaknya berbanding lurus dengan datangnya masalah agar kita selalu siap mencari solusinya. Bagaimana kalau masalah ternyata jauh lebih banyak daripada ilmu yang kita miliki? Maka, pada saat itulah masalah menjadi tidak terkendali dan melahirkan masalah baru yang lebih rumit serta pelik.
Rekan sahabat sekalian hendaknya kita tidak berleha-leha dalam menuntut ilmu, apalagi menyepelekannya. Orang sukses yang tidak tamat SD (Sekolah Dasar) pun, pastilah ia menggunakan ilmu. Jadi, jangan melihat orang yang gagal sekolah dan menjadi sukses sebagai orang yang mengesampingkan ilmu.

“Ah, dia saja tidak sekolah bisa sukses. Lalu, ngapain sekolah?” Bukan sekolah atau tidaknya yang penting, tetapi bagaimana ikhtiar mencari ilmu itu dilakukan dengan atau tanpa melalui sekolah.
Bagian dari sukses seseorang adalah kemampuan dia keluar dari masalah dan mengatasinya. Setiap masalah pasti ada kiat atau ilmu untuk memecahkannya yang biasa kita sebut solusi. Jadi, tidak mungkin tanpa ilmu, sebuah masalah dapat diatasi dan tidak mungkin tanpa ilmu, sebuah sukses akan diraih.

Karena masalah terus datang silih berganti, mustahil seseorang dapat bertahan tanpa terus belajar. Apa yang membuat kita mundur dalam suatu urusan karena kita mulai alergi terhadap proses belajar. Belajar dianggap membuang waktu dan tidak efektif. Akibatnya, masalah cukup diselesaikan saja oleh orang lain yang dibayar untuk itu.

Orang lain yang mendapat uang plus juga mendapat ilmu sehingga untung dua kali. Adapun kita yang sudah membayar, hanya mendapat satu keuntungan bahwa masalah kita diselesaikan orang lain tanpa kita tahu bagaimana cara menyelesaikannya.

Orang yang berhenti belajar berarti sudah selesai dengan urusan memperbaiki dirinya. Padahal, ujian dari Allah tidak akan pernah selesai selama seorang hamba masih menghirup napas di dunia ini. Oleh karena itu, tanpa belajar terus-menerus, seseorang tidak akan mungkin mampu mengatasi semua masalah hidupnya.
Jadi, marilah kita tetap terus belajar, karena saya masih kurang ilmu  dibanding Anda, maka saya akan terus belajar, dan belajar, jangan malu belajar, walau belajar dengan anak-anak, karena ilmu berada di mana-mana, ilmu tidak hanya kita dapat di sekolah, atau pendidikan formal. semoga kita akan tetap terus belajar, belajar untuk hidup, belajar menjadi sukses, dan belajar untuk terus bisa belajar

Pemikiran Lebih Mahal Daripada Harta

Kita lahir dengan otak di dalam tengkorak kepala kita. Sehingga tidak peduli semiskin apa pun kita, kita tetap kaya. Karena tidak akan ada seorang pun yang bisa mencuri otak kita, pikiran kita dan ide kita. Dan apa yang Anda pikirkan dalam otak Anda jauh lebih berharga daripada emas dan perhiasan.

Ungkapan ini saya peroleh dari blog seorang teman. Saya setuju dengan ungkapan ini. Pikiran atau ide merupakan sesuatu yang mahal nilainya. Coba bayangkan! Selama ini kita hanya biasa menggunakan komputer. Kita biasa menggunakan mobil. Kita terbiasa menggunakan berbagai teknologi mutakhir.
Pernahkah terpikir, bagaimana kalau kemampuan kita meningkat? Bagaimana jika kita tidak saja pandai menggunakan, pandai mengoperasikan komputer, mobil atau HP? Bagaimana  kalau kita juga pandai membuat, membuat berbagai kreasi?

Perkembangan komputer merupakan contoh yang paling mudah. Dari tahun-tahun, komputer terus mengalami  kemajuan. Ada Windows 95, Windows 98, XP dan seterusnya. Belum lagi produk anti  virus komputer yang terus berkembang.
HP juga tidak jauh berbeda. Dari waktu ke waktu terus mengalami kemajuan.
Bagaimana keadaan orang-orang yang pandai membuat komputer? Dia terus menerus menangguk keuntungan  atau kekayaan. Sementara kita hanya sebagai market mereka saja. Apa kelebihan mereka dibandingkan dengan kita? Mereka memiliki pemikiran, ide dan pengetahuan (dalam membuat). Sedangkan kita hanya memiliki pemikiran, ide dan pengetahuan (dalam menggunakan serta mengoperasikan saja).
Coba bayangkan! Bila semua orang yang mengetahui cara pembuatan komputer telah tutup usia dan tidak ada re-generasi atau transfer ilmu, apa yang terjadi? Ilmu itu menjadi sesuatu yang amat mahal.
Betapa berharganya, betapa tingginya nilai Thomas Alva Edison yang telah menemukan lampu pijar,  Alexander Graham Bell yang telah menemukan telepon.

Apakah sama orang yang mengetahui dengan orang yang tidak mengetahui? Orang yang mengetahui dan mengamalkan shalat sunnah fajar dan shalat sunnah isyraq lebih bernilai dari orang yang tidak mengetahuinya.
Coba bayangkan! Ada 3 anak sekolah yang sedang menghadapi ujian sekolah dalam bentuk multiple choice.  Anak pertama termasuk anak yang malas belajar, sehingga ketika ujian dia menyontek temannya. Sebelumnya dia memilih jawaban A, namun begitu melihat jawaban temannya B, dia langsung mengubahnya. Anak yang kedua, juga termasuk anak yang kurang perhatian dengan pelajaran. Sehingga di saat menjawab pertanyaan ujian, dia menghitung kancing dari atas ke bawah dan kembali lagi ke atas.

Sedangkan anak yang ketiga merupakan anak yang pandai. Bila di rumah, pelajaran yang diperoleh di sekolah, dia kembali mengulangnya. Sementara di sekolah, dia memperhatikan pelajaran yang sedang disampaikan oleh gurunya. Tidak heran, bila ujian dia tidak ragu-ragu dalam menjawab soal multiple choice. Dia tidak perlu menghitung kancing. Dia tidak perlu menyontek. Andaikan dia mengetahui bahwa jawabannya berbeda dengan jawaban teman, dia tidak akan ragu pada  jawabannya sendiri. Bila di dalam pilihan jawaban yang tersedia tidak terdapat jawaban yang benar, maka dia akan bertanya kepada gurunya. Dia akan bertanya, “Mana jawaban yang benar, Bu atau Pak?”

Coba bandingkan! Anak ketiga dengan anak yang pertama dan kedua. Anak yang pertama menjadi anak yang peragu. Anak yang kedua menjadi anak yang suka berspekulasi, tanpa mengetahui adanya kepastian. Sedangkan anak yang ketiga, melangkah dengan pasti. Melangkah tanpa
ragu dan tanpa berspekulasi lagi.

Helm Unik dan Terlaris Sepanjang Masa

Inilah Helm yang menghiasi dunia unik menarik dan terlaris sepanjang masa.....

Lucu Gan... silahkan di simak... ca ke dot.... 















Kucing Paling Berisik di Dunia



Kita semua tahu bahwa kucing adalah binatang peliharaan yang manis, penurut, enak diajak bermain, dan bagus sebagai teman untuk tidur. Tetapi, itu semua tidak akan bisa dilakukan jika kucing berisik, apalagi sangat berisik.

Kucing betina bernama Smokey ini mencatat rekor sebagai kucing paling berisik di dunia. Paling tidak sampai saat ini. Saat tidur, Smokey mendengkur sangat keras hingga tingkat kebisingannya mencapai 73 desibel atau hampir setara dengan kebisingan yang ditimbulkan penyedot debu, pengering rambut, dan jalanan ramai di kota besar.

Kucing berumur 12 tahun itu jadi tokoh populer di Inggris sejak bulan lalu setelah pemiliknya, Ruth Adams, menggelar kontes dengkuran kucing paling keras. Menurut Adams, warga kota Pitsford, 110 kilometer sebelah barat laut London, Smokey memang punya hobi mendengkur, bahkan saat makan pun ia mendengkur.

”Kadang ia mendengkur terlalu keras sampai terbatuk-batuk,” tutur Adams, yang mengadopsi Smokey dari sebuah tempat penitipan hewan, tiga tahun lalu. Berharap kucingnya menjadi makin populer, Adams pun meminta bantuan Northampton College untuk menyediakan alat guna mengukur suara dengkuran Smokey.
Pihak kampus pun setuju dan berhasil mendapatkan angka 73 desibel atau sekitar 16 kali lebih keras daripada suara dengkuran kucing normal. Mereka kemudian mendaftarkan rekor itu ke Guinness World Records.

Wanita Paling Gemuk Di Dunia

 
 
Ukuran tubuh ekstra dan penyakit yang mengintai tubuh membuat Terri Smith, 49 tahun bertekad menjadi lebih langsing. Tekad ini ingin diwujudkan agar tubuhnya muat mesin pindai (MRI). Wanita terberat di dunia ini memiliki bobot jumbo sebesar 317,5 kg.


Warga Ohio Amerika Serikat tersebut kini hanya bisa terperangkap dalam kamarnya. Ia tak mampu bergerak, berdiri dan berguling sendiri. Sakit kepala parah yang ia derita membutuhkan pindai otak untuk mengetahui adanya potensi tumor otak. Masalahnya, ukuran tubuh ekstranya bakal tak muat dalam mesin pindai maupun pintu-pintu rumah sakit.


Berat badan Terri lebih berat 31, 8 kg daripada wanita terberat di Inggris, Sharon Mevsimler, yang meninggal tahun ini. Suaminya, Myron 44 tahun dan putri tertua mereka, Najah 30 tahun yang setia merawat dan membantunya. Sejak tiga tahun lalu, Terri harus dimandikan, makan dan berpakaian di tempat tidurnya.


“Suami saya adalah malaikat pelindung saya. Dia selalu menemani di saat kebanyakan pria akan pergi sejak lama,” katanya seperti dikutip dalam The Sun.


Sejak kanak-kanak, ukuran tubuh Terri tergolong sangat besar. Di usia tujuh tahun, berat Terri nyaris 50 kg. Tak heran sejak kecil ejekan ‘si gemuk’ melekat pada dirinya.


Penyebab kegemukannya, menurut Terri adalah ia makan segala sesuatu tanpa memikirkan makanan tersebut sehat atau tidak. Kini, ia berlomba dengan waktu untuk menurunkan berat badan sebagai syarat operasi lambung. “Orang harus berpikir, “Bagaimana mungkin membiarkan tubuhnya seperti itu?”


“Sangat mengerikan bahwa Anda tidak dapat berolahraga, tidak peduli makanan yang Anda makan, dan yang Anda lakukan hanya membakar sedikit kalori tubuh,” katanya mengakui perilaku tidak sehatnya.


Dr Dariush Saghafi yang menangani Terri mengakui sulitnya melakukan perawatan tubuh yang di luar ukuran tubuh normal tersebut. “Rumah sakit tidak memiliki peralatan untuk menganalisis tubuh sebesar Terri.”


“Kami pikir, kemungkinan untuk memindai Terri dengan alat pindai yang biasa dipakai di kebun binantang Cleveland yang biasa digunakan untuk gajah dan badak. Tetapi, kebun binatang tidak memiliki lisensi untuk digunakan pada manusia.”


Wanita Terpendek di Dunia

Pauline Musters

Pauline Musters dilahirkan di Ossendrecht, Belanda, pada tanggal 26 Februari 1876. Dan, dia meninggal pada tanggal 1 Maret 1895 di New York pada usia 19 tahun akibat kombinasi penyakit antara pneumonia dan meningitis.

Menurut catatan Guinnes Book of Records, Pailine Musters merupakan wanita terpendek yang pernah ada di duni. Tinggi badannya hanya 23 ini atau 58 cm.

Jyoti
Jyoti Amge dilahirkan pada tanggal 16 Desember 1993. Ia adalah seorang penduduk asli Nagpur, India. Pertumbuhannya mengalami kelainan, yang menyebabkannya memiliki tinggi badan sekitar 23 inci atau 58 cm dan berat badannya sekitar 5 kg.
Jyoti dilahirkan dengan berat badan hanya 3 pon atau 1.3 kg dan semua orang memprediksi bahwa ia tidak akan bisa bertahan hidup lebih dari satu hari. Dia sering mengutip perkataan, “Ketika saya berumur tiga tahun, saya menyadari bahwa saya memiliki kelainan dibandingkan dengan anak-anak seusiaku.”
Sekalipun tulangnya tidak mau tumbuh, namun perkembangan mentalnya sungguh luar biasa. Karena kondiri tulangnya yang tidak normal, Jyoti menderita penyakit yang mengerikan, dan penyakit ini menyebabkannya tidak mampu untuk berjalan. Sekalipun perkembangan tubuhnya terhambat, tetapi dia sama sekali tidak terhalang untuk menyampaikan aspirasinya, dan dia yakin bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi seorang aktris.

Oleh Guinness World Records, dia dikenal sebagai “Remaka (Wanita) terpendek di dunia.


Madge Bester

Madge Bester dilahirkan pada tanggal 26 April 1963. dia dipercaya akan menjadi wanita terpendek di dunia. Dia berasal dari Afrika Selatan, dengan tinggi 2 kaki 1.5 inci atau 65 cm yang diukur pada tahun 1991. Bester menderita penyakit osteogenesis imperfecta, yang memiliki ciri-ciri tulang rapuh, dan mengenakan kursi roda. Dia adalah salah seorang peserta kampanye untuk hak-hak penyandang cacat. Pada tahun 1998, dia ditemani oleh Lin Yih Chih, menggelar jumpa press mengenai isu-isu hak-hak para penyandang cacat.
Bester hidup di sebuah desa terpencil di Bloemfontein. Ibunya, Winnie, yang meninggal pada tahun 2001, juga menderita imperfekta osteogenesis. Akibatnya, ia juga memiliki tinggi badan yang tidak lebih dari 70 cm.

Lucia Zarate
Lucia Zarate lahir pada tahun 1864 in San Carlos, Mexico. Dia adalah orang pertama yang diidentifikasi menderita Majewski Osteodysplastic Primordial Dwarfism tipe 2. Dia masuk ke dalam Guinness World Records sebagai “wanita dewasa paling ringan”, dengan berat badan huma 4.7 pon atau 2.1 kg. pada usia 17 tahun. Menurut sebuah artikel yang terbit di majalah Strand Magazine pada tahun 1894, Zarate mengalami perkembangan seutuhnya pada usia satu tahun.

Pada usia dua belas tahun, Zarate pindah dari negara asalnya, Meksiko, ke Amerika Serikat, tempat di mana dia pernah memamerkan patung dirinya yang kecil. Sebuah buku fakta yang diterbitkan oleh Oxford University pada tahun 1876, mendiskusikan sebuah kunjungan ke Zarate yang disponsori oleh beberapa ahli pengobatan, yang tidak bisa menverifikasi bahwa dia sudah berumur dua belas tahun, akan tetapi bisa mengetahuinya melalui perkembangan giginya yang masih berjumlah enam.
Pada saat itu, tinggi badannya berkisar pada 21.5 inci atau 55 cm dan diameter besar betisnya hanya 4 inci atau 100 mm, satu inci (25 mm) lebih besar dari ibu jari rata-rata orang dewasa. Pada saat itu, dia bersama dengan kedua orang tuanya diketahui memiliki kesehatan yang prima dan intelektual yang cukup tinggi. Dia bisa berbicara bahasa Inggris dan juga bahasa Spanyol.

Dia pertama kali bekerja sebagai bagian dari sebuah kelompok penagih yang dikenal dengan sebutan “Fairy Sisters,” yang kemudian berpasangan dengan Francis Joseph Flynn (penagih dengan nama “General Mite”) untuk mengadakan pameran di seluruh dunia. Pada tahun 1889, dia diberitakan di The Washington Post sebagai “Orang kerdil yang mengagumkan dari Meksiko” and digambarkan sebagai “magnet kecil dengan kekuatan besar yang dapat menarik semua orang.” Ketika kereta sirkusnya terdampar di atas salju di Sierra Nevada mountains pada tahun 1890, Zarate meninggal karena penyakit

20 Species menggemparkan Dunia 20 tahun lalu

Inilah 20 Species yang menggemparkan dunia 20 tahun silam berikut gambar nya......  semoga bermanfaat.





















Menyembuhkan sakit Kepala + Lelah melalui hidung


Hidung adalah indera penciuman yang kita gunakan untuk mengenali lingkungan sekitar atau sesuatu dari aroma yang dihasilkan. Kita mampu dengan mudah mengenali makanan yang sudah busuk atau yang masih segar hanya dengan mencium aroma makanan tersebut. Di dalam hidung kita juga terdapat banyak sel kemoreseptor untuk mengenali bau.

Seperti pada umumnya, kita memiliki 2 (dua) buah lubang hidung di sebelah kiri dan kanan. Lantas, apakah fungsinya sama yaitu untuk menghirup dan membuang nafas? Sebenarnya fungsi dua lubang hidung kita itu tidak sama dan dapat dirasakan bedanya. Lubang hidung sebelah kanan mewakili matahari (mengeluarkan panas) dan yang sebelah kiri mewakili bulan (mengeluarkan dingin).

Sebagai contoh, waktu kita sakit kepala, cobalah menutup lubang hidung sebelah kanan dan bernafaslah melalui hidung sebelah kiri dan lakukan kira-kira 5 menit, sakit kepala akan sembuh. Jika merasa lelah, lakukan bolak-balik. Tutup lubang hidung sebelah kiri dan bernafaslah melalui lubang hidung yang sebelah kanan. Tak lama kemudian, Anda akan merasa segar kembali. Hal ini disebabkan lubang hidung sebelah kanan mengeluarkan panas, sehingga gampang sekali panas, sedangkan lubang hidung sebelah kiri mengeluarkan dingin.

Fakta yang lain juga menunjukkan kalau perempuan bernafas lebih banyak dengan hidung sebelah kiri, sehingga hatinya gampang sekali dingin. Sedangkan laki-laki bernafas lebih banyak dengan hidung sebelah kanan, sehingga mudah marah.

Apakah Anda juga memperhatikan pada saat bangun tidur, lubang hidung sebelah mana yang bernafas lebih cepat? Jika lubang hidung sebelah kiri bernafas lebih cepat, maka Anda akan merasa sangat lelah. Tutuplah lubang hidung sebelah kiri dan gunakan lubang hidung sebelah kanan untuk bernafas, Anda akan merasa segar kembali dengan cepat. Cara tersebut boleh diajarkan kepada anak-anak, tetapi efeknya akan lebih baik diterapkan kepada orang dewasa.

Benarkah Nasi bikin Manusia cepat Tua?

Pernah kepikiran nggak, kenapa orang Timur lebih cepat tua dibanding orang barat? Bisa dari tampilan maupun umurnya. Bisa banyak persepsi tentang hal ini. Tapi apakah ini ada hubungannya dengan makanan? Kita cari tahu yuk.......

Segala hal tentang awet muda dan umur panjang selalu menarik perhatian para wanita. Berbagai riset telah dilakukan untuk menemukan bagaimana cara agar manusia berumur panjang. Walaupun gaya hidup sehat dengan olahraga rutin adalah cara termudah dan termurah agar awet muda dan tetap sehat, namun ini pun tidak mudah dilakukan sehingga banyak orang masih menuntut cara yang lebih instan dan praktis. Beruntung di belahan dunia barat sana sudah ada yang menemukan cara paling praktis agar berumur panjang, berikut beritanya yang diambil dari dailymail dan KapanLagi.

Profesor Cynthia Kenyon adalah seorang ahli genetika dari Amerika yang digadang-gadangkan sebagai peraih nobel atas penelitiannya tentang proses penuaan. Profesor Kenyon berhasil menemukan rahasia untuk hidup panjang, tetap sehat dan berenergi layaknya kaum muda. Mau tahu rahasianya? Tidak mahal dan tidak rumit seperti penemuan sebelumnya.

Rahasia tersebut terletak pada karbohidrat yang kita dua gen di dalam tubuh kita, gen yang menmakan. Di seluruh penjuru dunia, karbohidrat menjadi makanan wajib untuk penyumbang energi, namun ternyata karbohidrat ini yang paling bertanggung jawab atas penuaan yang kita alami. Kok bisa? Ternyata umur panjang dan awet muda dikendalikan olehdorong proses penuaan dan gen yang membuat kita tetap muda. Kedua gen ini terkait dengan gen yang mengendalikan insulin, di mana hubungannya adalah jika gen pengendali insulin ini aktif, maka gen mendorong proses penuaan menjadi aktif dan gen 'tetap muda' menjadi tidak aktif.

Para ahli menyarankan pengurangan konsumsi karbohidrat hingga 75% dari jumlah normal. Dengan konsumsi karbohidrat berkurang, maka gen pengendali insulin juga lebih sedikit digunakan sehingga gen pendorong proses penuaan lebih terhambat. Penemuan ini didasari penelitian Prof. Kenyon pada cacing yang masa hidupnya meningkat dari 18 hari menjadi 144 hari dengan aktivitas yang sama seperti saat cacing itu muda. Profesor Kenyon bereksperimen pada cacing ini dengan fokus pada dua gen tersebut. Ketika gen pendorong proses penuaan dihambat dan gen awet muda dibiarkan aktif, cacing-cacing awet muda itulah hasilnya.

Bukti penguat lainnya adalah penelitian pada komunitas orang-orang kerdil di utara Ekuador. Mereka kehilangan gen pendorong proses penuaan sehingga tetap awet muda dan bebas kanker, namun sisi buruknya mereka tidak bisa tumbuh tinggi seperti orang normal karena insulin ini juga dibutuhkan untuk pertumbuhan tubuh.

Karbohidrat juga didakwa sebagai penyebab berbagai penyakit degeneratif, entah itu karbohidrat dalam bentuk gula maupun dalam bentuk pati yang kemudian diubah menjadi lemak. Mungkin memang sudah saatnya kita mengurangi konsumsi karbohidrat, atau jika tidak, Anda harus berolahraga untuk mengubah kelebihan gula dan lemak dalam tubuh menjadi energi. Untuk pengaturan makanan yang benar, disarankan untuk berkonsultasi pada ahli gizi karena kondisi setiap orang berbeda-beda. Sampaikan jika Anda ingin mengurangi karbohidrat, maka racikan menu bagaimana yang paling sesuai untuk Anda. Dengan demikian, kesehatan tubuh Anda akan tetap terjaga walaupun salah satu nutrisinya dikurangi..........

Ditemukan Fosil Laba-laba terbesar


Peneliti menemukan fosil laba-laba dari spesies yang diberi nama Nephila jurassica. Laba-laba yang berasal dari zaman dinosaurus itu merupakan fosil laba-laba terbesar yang pernah ditemukan. Ia didapati terkubur di debu vulkanik purba di sekitar kawasan Inner Mongolia, China.

Saat ditemukan, tampak bekas-bekas serat seperti rambut di kakinya. Ini membuat hewan yang hidup sekitar 165 juta tahun lalu menjadi nenek moyang tertua dari spesies laba-laba terbesar yang masih ada saat ini.

Fosil itu sendiri memiliki ukuran yang sama seperti Nephila, saudaranya yang hidup di masa kini. Nephila jurassica memiliki tubuh berukuran 2,5 sentimeter dan kaki yang bisa mencapai panjang 6,3 sentimeter.

“Kemungkinan ia hidup seperti laba-laba masa kini dan merajut jaringnya di kawasan terbuka di hutan, atau kemungkinan di pinggir hutan yang dekat dengan danau,” kata Paul Selden, Director of the Paleontological Institute, University of Kansas, seperti dikutip dari LiveScience, 25 April 2011.

Saat itu, kata Selden, kemungkinan terdapat gunung berapi di sekitarnya yang memproduksi debu volkanik yang menghadirkan endapan di danau yang menjadi kuburan hewan ini.

Seperti diketahui, laba-laba merupakan predator darat yang paling banyak jumlahnya saat ini dan menjaga jumlah serangga tetap stabil. “Jadi, temuan ini bisa membantu kita memahami evolusi pada hubungan mangsa-pemangsa antara serangga dan laba-laba,” kata Selden.

Pada spesies laba-laba golden orb-weaver seperti ini, betina umumnya memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dibanding pejantan. Adapun fosil yang ditemukan adalah laba-laba betina. Ini mengindikasikan bahwa tren betina yang lebih besar telah terjadi setidaknya di era Middle Jurassic, jauh sebelum masa Archaeopteryx, burung pertama yang pernah diketahui atau dinosaurus raksasa seperti Brachiosaurus dan Diplodocus.

Namun, meski Nephila jurassica merupakan fosil laba-laba terbesar yang pernah ditemukan, fosil itu bukanlah fosil laba-laba tertua. Sebelumnya pernah ditemukan dua spesies laba-laba lain di Coseley, Inggris yakni Eocteniza silvicola dan Protocteniza britannica. Keduanya berasal dari 310 juta tahun lalu.

Saat ini, Selden dan rekan-rekannya tengah mengamati fosil laba-laba lain yang ditemukan di China dan kawasan lain di Dunia seperti Brazil, Selandia Baru, Australia, Italia, dan Korea. Hasil penelitiannya dipublikasikan di jurnal Biology Letters. (sj)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Free Samples By Mail